Tuntutan Masyarakat terhadap kualitas
pelayanan keperawatan dirasakan sebagai suatu fenomena yang harus direspon oleh
perawat. Oleh karena itu Pelayanan keperawatan ini perlu mendapat prioritas
utama dalam pengembangan ke masa depan. Perawat harus mau mengembangkan ilmu
pengetahuannya dan berubah sesuai tuntutan masyarakat, dan menjadi tenaga
perawat yang professional (Grant &
Massey, 2000).
Keperawatan adalah suatu bentuk
pelayanan profesional yang merupakan bagian integral pelayanan kesehatan.
Pelayanan keperawatan menjadi bagian terdepan pelayanan kesehatan di Rumah
Sakit. Keberadaan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan dalam situasi
yang kompleks selama 24 jam secara berkesinambungan, melibatkan klien, keluarga
maupun profesi, atau tenaga kesehatan yang lain (Grant & Massey, 2000).
Keperawatan adalah suatu
profesi sebagaimana halnya dokter, keperawatan juga mempunyai ciri-ciri dan
kriteria sebagai suatu profesi diantaranya memiliki body of knowledge, dan berbentuk pelayanan yang berorientasi pada
masyarakat. Oleh karena itu pelayanan keperawatan dilandasi oleh ilmu
pangetahuan dan kiat keperawatan. Ilmu keperawatan adalah sintesa dari ilmu
keperawatan dasar, ilmu keperawatan klinik, ilmu biomedik, ilmu jiwa
(psikologi) dan ilmu social. Ilmu keperawatan dasar meliputi keperawatan profesional (profesional nursing),
konsep dasar keperawatan (fundmental of nursing), keutuhan dasar manusia
(basic human need), proses keperawatan (nursing process) dan
manejemen keperawatan (nursing
management)
(Arwani,2006).
Pengembangan dalam berbagai
aspek keperawatan bersifat saling berhubungan, saling bergantung, saling
mempengaruhi dan saling berkepentingan. Oleh karena itu inovasi dalam
pendidikan keperawatan, praktek keperawatan, ilmu keperawatan dan kehidupan
keprofesian merupakan fokus utama keperawatan Indonesia dalam proses
profesionalitas.Proses profesionalisasi merupakan proses pengakuan terhadap
sesuatu yang dirasakan, dinilai dan diterima secara spontan oleh
masyarakat, maka dituntut untuk mengembangkan dirinya dalam sistim pelayanan
kesehataan (Arwani,2006).
Keperawatan Indonesia sampai saat
ini masih berada dalam proses mewujudkan keperawatan sebagai profesi, maka akan
terjadi beberapa perubahaan dalam aspek keperawatan yaitu: penataan pendidikan
tinggi keperawatan, pelayanan dan asuhan keperawatan, pembinaan dan kehidupan
keprofesian, dan penataan lingkungan untuk perkembangan keperawatan.
Perubahaan-perubahaan ini akan
membawa dampak yang positif seperti makin meningkatnya mutu pelayanan
kesehatan/keperawatan yang diselenggarakan, makin sesuainya jenis dan keahlian
tenaga kesehatan/keperawatan yang tersedia dengan tuntutan masyarakat, bertambahnya
kesempatan kerja bagi tenaga kesehatan. Oleh karena alasan-alasan di atas maka
Pelayanan keperawatan harus dikelola secara profesional, karena itu perlu
adanya Manajemen Keperawatan.
Manajemen
adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengevaluasi
usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber organisasi lainnya untukmencapai tujuan organisasi yang telah
ditetapkan. Menurut Longest, manajeman adalah proses yang melibatkan hubungan
interpersonal dan teknologi, yang akan digunakan untuk mencapai seluruh atau
setidaknya sebagian tujuan organisasi dengan menggunakan tenaga manusia yang ada
serta sumber daya lain dan teknologi
yang tersedia.
Manajemen Keperawatan harus dapat
diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata di Rumah Sakit, sehingga perawat
perlu memahami bagaiman konsep dan aplikasinya di dalam organisasi keperawatan itu
sendiri.
Untuk lebih memahami arti dari
Manajemen Keperawatan maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang
dimaksud dengan organisasi keperawatan, bagaimana tugas dan tanggung-jawab dari
masing-masing personil di dalam organisasi yang pada akhirnya akan membawa kita
untuk lebih mengerti bagaimana konsep dasar dari Manajemen Keperawatan
itu sendiri.
Upaya
untuk menunjukkan pelayanan keperawatan yang berkualitas semua visi dan misi
Rumah Sakit maka diperlukan manajemen keperawatan yang baik. Manajemen keperawatan
merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu
kegiatan diorganisasi, dimana dalam manajemen tersebut mencakup kegiatan dan
supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan dan organisasi
(Grant &
Massey, 2000).
Manajemen
keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep-konsep
manajemen meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan
mengevaluasi usaha- usaha dari anggota organisasi dan sumber organisasi lainnya
untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Grant & Massey, 2000).
Pelayanan
keperawatan yang diberikan harus mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan
masyarakat akan pelayanan yang profesional dan berkualitas. Menurut Huber (2001) 90%
pelayanan Rumah Sakit adalah pelayanan keperawatan, sedangkan menurut Gillies (2004) sebagian
besar pelayanan Rumah Sakit adalah pelayanan keperawatan dengan persentase 40%
- 60%. Oleh karena itu pengelolaan pelayanan keperawatan harus mendapatkan
perhatian yang lebih dan menyeluruh.
Manajemen
keperawatan harus dapat diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata, yaitu di
Rumah Sakit dan komunitas sehingga perawat perlu memahami konsep dan aplikasi.
Manajemen keperawatan lebih banyak mengatur pelaksanaan keperawatan. Manajemen
keperawatan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan
kesehatan di rumah sakit. Pelayanan keperawatan adalah berupa bantuan yang
diberikan kepada individu yang sedang sakit untuk dapat memenuhi kebutuhannya
sebagai makhluk hidup dan beradaptasi terhadap stress dengan menggunakan
potensi yang tesedia pada individu itu sendiri.