Minggu, 15 Februari 2015

Kualiats Pelayanan Keperawatan Dari Sudut Pandang Management



Tuntutan Masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan dirasakan sebagai suatu fenomena yang harus direspon oleh perawat. Oleh karena itu Pelayanan keperawatan ini perlu mendapat prioritas utama dalam pengembangan ke masa depan. Perawat harus mau mengembangkan ilmu pengetahuannya dan berubah sesuai tuntutan masyarakat, dan menjadi tenaga perawat yang professional (Grant & Massey, 2000).
Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan menjadi bagian terdepan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. Keberadaan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan dalam situasi yang kompleks selama 24 jam secara berkesinambungan, melibatkan klien, keluarga maupun profesi, atau tenaga kesehatan yang lain (Grant & Massey, 2000).

Keperawatan adalah suatu profesi sebagaimana halnya dokter, keperawatan juga mempunyai ciri-ciri dan kriteria sebagai suatu profesi diantaranya memiliki body of knowledge, dan berbentuk pelayanan yang berorientasi pada masyarakat. Oleh karena itu pelayanan keperawatan dilandasi oleh ilmu pangetahuan dan kiat keperawatan. Ilmu keperawatan adalah sintesa dari ilmu keperawatan dasar, ilmu keperawatan klinik, ilmu biomedik, ilmu jiwa (psikologi) dan ilmu social. Ilmu keperawatan dasar meliputi keperawatan  profesional (profesional nursing), konsep dasar keperawatan (fundmental of nursing), keutuhan dasar manusia (basic human need), proses keperawatan (nursing process) dan manejemen keperawatan   (nursing management) (Arwani,2006).

Pengembangan  dalam berbagai aspek keperawatan bersifat saling berhubungan, saling bergantung, saling mempengaruhi dan saling berkepentingan. Oleh karena itu inovasi dalam pendidikan keperawatan, praktek keperawatan, ilmu keperawatan dan kehidupan keprofesian merupakan fokus utama keperawatan Indonesia dalam proses profesionalitas.Proses profesionalisasi merupakan proses pengakuan terhadap sesuatu yang dirasakan, dinilai dan diterima secara spontan oleh  masyarakat, maka dituntut untuk mengembangkan dirinya dalam sistim pelayanan kesehataan (Arwani,2006).

Keperawatan Indonesia sampai saat ini masih berada dalam proses mewujudkan keperawatan sebagai profesi, maka akan terjadi beberapa perubahaan dalam aspek keperawatan yaitu: penataan pendidikan tinggi keperawatan, pelayanan dan asuhan keperawatan, pembinaan dan kehidupan keprofesian, dan penataan lingkungan untuk perkembangan keperawatan.

Perubahaan-perubahaan ini akan membawa dampak yang positif seperti makin meningkatnya mutu pelayanan kesehatan/keperawatan yang diselenggarakan, makin sesuainya jenis dan keahlian tenaga kesehatan/keperawatan yang tersedia dengan tuntutan masyarakat, bertambahnya kesempatan kerja bagi tenaga kesehatan. Oleh karena alasan-alasan di atas maka Pelayanan keperawatan harus dikelola secara profesional, karena itu perlu adanya Manajemen Keperawatan.

Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin, dan mengevaluasi usaha-usaha dari anggota organisasi dan sumber organisasi lainnya  untukmencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Menurut Longest, manajeman adalah proses yang melibatkan hubungan interpersonal dan teknologi, yang akan digunakan untuk mencapai seluruh atau setidaknya sebagian tujuan organisasi dengan menggunakan tenaga manusia yang ada serta sumber daya lain dan teknologi yang tersedia.

Manajemen Keperawatan harus dapat diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata di Rumah Sakit, sehingga perawat perlu memahami bagaiman konsep dan aplikasinya di dalam organisasi keperawatan itu sendiri.

Untuk lebih memahami arti dari Manajemen Keperawatan maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan organisasi keperawatan, bagaimana tugas dan tanggung-jawab dari masing-masing personil di dalam organisasi yang pada akhirnya akan membawa kita untuk lebih mengerti bagaimana konsep dasar  dari Manajemen Keperawatan itu sendiri.

Upaya untuk menunjukkan pelayanan keperawatan yang berkualitas semua visi dan misi Rumah Sakit maka diperlukan manajemen keperawatan yang baik. Manajemen keperawatan merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan diorganisasi, dimana dalam manajemen tersebut mencakup kegiatan dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan dan organisasi (Grant & Massey, 2000).

Manajemen keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep-konsep manajemen meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengevaluasi usaha- usaha dari anggota organisasi dan sumber organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan (Grant & Massey, 2000).

Pelayanan keperawatan yang diberikan harus mampu memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan yang profesional dan berkualitas. Menurut Huber (2001) 90% pelayanan Rumah Sakit adalah pelayanan keperawatan, sedangkan menurut Gillies (2004) sebagian besar pelayanan Rumah Sakit adalah pelayanan keperawatan dengan persentase 40% - 60%. Oleh karena itu pengelolaan pelayanan keperawatan harus mendapatkan perhatian yang lebih dan menyeluruh.

Manajemen keperawatan harus dapat diaplikasikan dalam tatanan pelayanan nyata, yaitu di Rumah Sakit dan komunitas sehingga perawat perlu memahami konsep dan aplikasi. Manajemen keperawatan lebih banyak mengatur pelaksanaan keperawatan. Manajemen keperawatan memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Pelayanan keperawatan adalah berupa bantuan yang diberikan kepada individu yang sedang sakit untuk dapat memenuhi kebutuhannya sebagai makhluk hidup dan beradaptasi terhadap stress dengan menggunakan potensi yang tesedia pada individu itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar